Selasa, 02 Agustus 2011

TUHAN ADALAH PELINDUNG, PEMELIHARA DAN PENJAGA YANG KOKOH

Mazmur 33:18-19 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
Akhir-akhir ini secara khusus di tanah Papua semakin marak adanya tindakan anarkis, diskriminasi, pembunuhan dan serta distikmanisasi sebagai umat Sparatis dan dibantai terhadap umat Tuhan sehingga membuat mereka menjadi takut, takut untuk keluar rumah, takut untuk melakukan kegiatan ibadah dan takut diketahui bahwa mereka adalah pengikut Tuhan dan terlebinya takut untuk menyuarakan nilai-nilai kenabian di Papua . semua kekayaan di rampat dan di curi untuk menggenapi dalam (Ratapan pasal 5) sehingga Tidak ada perasaan aman ketika keluar rumah, tidak ada perasaan damai ketika melakukan ibadah dan menyuarakan nilai-nilai Injil teran Allah, ketakutan demi ketakutan menjadi bagian dari umat Tuhan. Orang-orang yang menganiaya umat Tuhan dari kelompok tertentu selalu mengatasnamakan untuk menegakkan peraturan dan undang-undang yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Dengan begitu brutal mereka merusak tempat ibadah umat Tuhan sehingga tidak ada lagi tempat untuk melakukan ibadah. Sangkanya dengan begitu umat Tuhan akan berhenti untuk melakukan aktivitas ibadah.
Kita sebagai umat Tuhan yang saat ini merasa teraniaya dan diilusikan serta di teraumakan harus kembali kepada kebenaran firman Tuhan dan mari banggggggggkit dan lawan melalui doa, Ibdah dan aksi tanpa kekerasan, sebab Tuhan akan selalu menjaga, memelihara dan akan melepaskan umat Tuhan dari setiap bahaya yang dapat mengancam jiwanya. Umat Tuhan dipelihara, dijaga, dan dilepaskan dari segala upaya untuk menghabisi jiwanya dan akan merasa tenang jiwanya apabila umat Tuhan selalu bersandar dan selalu lebih takut kepada Tuhan daripada kepada manusia. Hal ini sudah dibuktikan oleh pemazmur Daud, dimana ketika dia di dalam bahaya, ketika dia dikejar-kejar oleh musuh, ketika dia berperang melawan bangsa lain, ketika dia hendak dibunuh anaknya sendiri, ketika Saul hendak membinasakannya dan lain sebagainya, dia hanya berharap dan bersandar pada Tuhan. Tuhan meluputkan Daud dari segala angkara murka sehingga dia dapat berkata bahwa hanya dekat Tuhan saja hatinya tenang. (Mazmur 62:1)
Ketakutan, kegelisahan dan rasa kuatir telah menghantui hati umat Tuhan ketika mendengar kabar tentang aniaya ini. Betapa mengerikan mendengar dan melihat adanya gereja dihancurkan. Betapa mengenaskan melihat dan mendengar ada anggota keluarga disiksa bahkan mungkin mengalami kematian akibat kejadian ini. betapa sangat keliruh adanya Militer di tidak dalam Gereja sehingga Umat Tuhan dipaksa untuk tidak beribadah, dipaksa untuk tidak mengakui imannya dan dipaksa untuk menyingkir dari lingkungannya. Mungkin kita akan menjadi tawar hati melihat keadaan yang tidak baik dan tidak menguntungkan ini. Pemerintah tidak dapat memberikan rasa aman kepada rakyatnya, polisi tidak dapat mengamankan kerusuhan yang terjadi, tentara tidak dapat menjamin keamanan negeri, tetangga tidak dapat melindungi kita dan lain sebagainya. Namun ingatlah, Tuhan sudah mengatakan bahwa hidup kita adalah lebih berharga dari banyak burung pipit sehingga Dia akan memelihara hidup kita. Tuhan telah mengatakan kepada kita agar jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; tetapi takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. (Matius 10:28-31). Artinya, kita sebagai umat Tuhan harus bersandar penuh kepada Tuhan, harus menyerahkan sepenuhnya jiwa kita kepadaNya. Apapun yang akan terjadi dalam kehidupan kita, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Di dalam aniaya, dan serta keteraumahan dengan berbagai macam ketakutan oleh Militer yang bersenjata "IiiiiiiiiinGatttt Tuhan akan menjaga agar jiwa kita tidak dilenyapkan oleh manusia sebelum waktunya dan kematian tidak akan menjemput sebelum Tuhan mengijinkannya terjadi. TanganNya sanggup untuk melakukan semuanya itu. TanganNya sanggup untuk menghancurkan setiap musuh-musuh umat Tuhan. Tuhan sanggup menjadikan orang yang menganiaya umatNya untuk menjadi alatNya seperti yang pernah dilakukanNya terhadap Paulus. Perkaranya adalah, maukah kita seperti Daud yang selalu bersandar kepada Tuhan dan yang hidupnya selalu berharap padaNya? Hati kita tidak akan dapat tenang apabila hidup kita tidak berada dalam genggamanNya. walauuuuuuuuu kita di kejar oleh Binatan Buas yahni, Militer pasti Allah bangsa Papua akan menjaga Seperti domba di tangan gembala yang selalu terpelihara hidupnya baik makanan maupun keamanannya, demikian juga hidup kita di tangan Tuhan yang adalah Gembala yang agung akan terpelihara dengan aman dan damai karena hanya dekat Tuhan saja hati kita tenang. Tidak ada kekuatan lain yang sanggup memberikan ketenangan dan rasa aman selain di dalam Yesus Kristus yang adalah Tuhan. Terpujilah nama Tuhan Allah Bangsa leluhur Tanah Papua yang senantiasa memberikan kemenangan yang berlipat ganda dari beraneka ragam serigalah yang bersumber dari iblis,islam dan indonesia. AmiN.


BY. Marius Kobepa (penginjil)

Berdiri Teguh dan berjuan Di Hari Hari kesulitan pasti ada solusi

Sebuah pergumulan Umat Papua ditengah para Penguasaan, penjajah dan penindas

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis, islam dan Indonesia; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, t...etapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. - Efesus 6:10-13

PASUKAN ALLAH HARUS KUAT
Dalam peperangan yang semakin kuat hari-hari ini, maka penting sekali untuk kita terus tetap kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Musuh kita si Iblis sedang bekerja sama dengan Islam dan Indonesia di saat ini dengan gencarnya sedang menebarkan ketakutan, kematian, terror, dan intimidasi di mana-mana. Tekanan dan goncangan semakin kuat. Firman Tuhan katakan; Iblis adalah pencuri, pembunuh dan pembinasa. Ia berusaha untuk mencuri dan mengambil damai sejahtera kita, dan pasti Ia bisa bekerja sama dengan Islam adalah ajaran serta doktrin yang berbedah dengan Kristen bahkan Indonesia adalah bangsa yang berbedah dengan Bangsa Malanesia. Untuk itu tidak ada perlindungan yang aman bagi kita umat Papua di hari-hari ini. Hanya di dalam hadirat-Nya kita menemukan damai sejahtera dan perlindungan.
“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”…
“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.” - Mazmur 91:1-2, 14-15
“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.” - Mazmur 62:2-3
Untuk tetap kuat hari-hari ini, pasukan Allah harus belajar untuk memiliki gaya hidup yang senang tinggal di dalam Hadirat Tuhan; intim dengan Tuhan 24 jam.

SEORANG PRAJURIT HARUS MENGENAKAN SELURUH PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH
Untuk dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat ini dan tetap berdiri teguh maka seorang prajurit juga harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah.
Iblis sejak mulanya adalah pendusta. Tidak ada kebenaran di dalamnya. Tuhan Yesus menyebutnya sebagai Bapa Pendusta. Iblispun akan bekerja sama dengan Agama dan Bangsa serta penguasa yang senang untuk menyukseskan programnya. Sehingga untuk menghadapi tipu muslihat iblis serta Islam dan indonesia, prajurit Allah haruslah mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah yahni : Butir kebenaran, kejujuran, keadilan dan kekudusan sebelum Memasuki medan peperangan sebab tanpa perlengkapan senjata adalah hal yang bodoh dan itu bisa kalah!
Seorang hamba Tuhan bernama Kathie Walters dalam jurnal profetiknya yang berjudul “The Enemy is a Shark and the Father of Lies” (Elijah List, 30/7/09) memberikan suatu ilustrasi yang sangat baik mengenai hal ini.
Dia bercerita tentang sebuah pantai dan laut di tepi sebuah kota di Australia - bernama pantai Bondi. Di laut tersebut tinggal banyak ikan hiu. Dan sering kali sirine di tepi pantai dibunyikan untuk memperingati orang-orang yang sedang berenang bila ikan-ikan tersebut mulai bermunculan. Para peselancar atau orang-orang yang sedang berenang haruslah naik ke darat / pantai bila ia tidak ingin menjadi santapan segar si ikan Hiu. Ikan Hiu hidup dan tinggal di dalam laut. Laut adalah wilayah kekuasaannya. Sehebat-hebatnya kita berenang, kita tidak akan menang melawannya, kalau kita berada di dalam air. Karena itu memang lingkungannya, tempat tinggalnya. Tetapi sebaliknya betapapun mengerikannya si ikan Hiu, tapi bila ia ada di pantai /di darat, ia tidak dapat berbuat apa-apa. Kita yang memiliki kuasa atasnya.
Nah apa maksud ilustrasi ini?
Tahukah kita bahwa Iblis hanya dapat beroperasi di suatu wilayah yang namanya “Dosa”. Dia adalah Bapa sumber dosa. Tidak ada kebenaran, kejujuran, keadilan dan kekudusan di dalamnya. Iblis tidak dapat beroperasi di dalam wilayah “Kebenaran”. Jadi apa yang ia lakukan? Ia akan mencoba menghembuskan kebohongan/ dustanya kepada kita; dengan harapan kita mempercayainya. Pada saat kita mempercayai dustanya, ia akan menarik kita masuk ke wilayah kekuasaannya. Waspadalah terhadap islam dan Indonesi jangan sampai memamfaatkan program dusta dari iblis tadi. seperti ikan Hiu tadi, ia akan memangsa kita! Wham! (ingat kisah kejatuhan Adam dan Hawa bukan?),
Tapi pilihan ada di pihak kita! Apakah kita memilih untuk tinggal di wilayah musuh atau tetap tinggal di “darat”; di dalam KEBENARAN. Tidak ada yang dapat si iblis, Islam dan Indonesia lakukan bila kita memilih tinggal di dalam kebenaran. Ia tidak dapat beroperasi di dalam kebenaran. Dia tidak berdaya!
Kebenaran akan memerdekakan kita dari apa yang mungkin kita lihat atau kita rasa secara kenyataannya benar.
Iblis dan agama serta bangsa yang meneyelenggarahkan program iblis tadi berkata: “engkau tidak layak tidak mampuh untuk mengalahkan ”. Tapi Yesus berkata: “Aku melayakkanmu dan memampuhkanmu. Aku telah mati bagimu ... Engkau berharga di mata-Ku …”
Iblis dan kelompok2 tadi itu berkata: “engkau telah gagal, engkau tidak memiliki masa depan”. Tapi Yesus berkata: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu; yaitu rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakan, tapi masa depan yang penuh pengharapan.”
Iblis dan kelompok itu juga berkata: “memang sudah selayaknya engkau membalas, sebab sudah berulang kali engkau disakitinya.” Tapi Yesus berkata: “ampunilah kesalahan orang, dan berdoalah untuk orang yang menyakitimu.”
Belajarlah untuk memilih berdiri teguh di dalam kebenaran, kejujuran, keadilan (walaupun hal itu memang tidak mudah). Kenakanlah ketopong keselamatan, berbajuzirahkan keadilan, kasut kerelaan untuk memberitakan injil damai sejahtera. Kenakan Perisai Iman dan gunakanlah PEDANG ROH!
Mulailah untuk mendeklarasikan Firman yang hidup, dan jangan mempercayai dusta si iblis dan kepada perpanjangan tangannya! Ingat, Iblis dan kelompoknya sangat senang bilah kita patah semangat, mundur bosan soak dll. tapi kita harus berjaga-jaga atas pikiran kita dan berdiri teguh di dalam kebenaran. Jangan terus tinggal dalam kebohongan yang selama ini Iblis, islam dan indonesia taruh dalam hidup kita.
Bangkit dan jadilah PAHLAWAN YANG GAGAH BERANI dr tanah leluhurmu untuk menuju puncak kemenangan di bukit sion “YERUSALEM PAPUA”. Lemparkan “jubah lamamu” yang selama ini melekat atasmu (ingat kisah Bartimeus si pengemis buta! Ingat kisah si lumpuh yang sudah 38 tahun berbaring di tepi kolam Betesda!). Tanggalkan semua “label” yang selama ini iblis islam dan Indonesia taruh atas hidupmu; yang selama ini berkata: “penyakit ini tidak mungkin disembuhkan”, “Aku memang seorang yang lemah yang tidak bisa apa-apa, aku dari keluarga miskin”, “pernikahanku tidak mungkin dapat dipulihkan kembali”.

“apakah luka-luka batin umat Papua yang sedang gumuli ini tidak bisa terobati ka?. Kenapa tidak bisa. “Bagi Allah tidak ada yang mustahil” Saya yakin mari Bersatu dan Bangkit serta hidupi apa yang kebenaran bersuara mengenai dirimu dan keadaanmu dari tanah leluhurmu sendiri. Seperti Musa bangkit dan tegahkan keberanNya kepada Raja Firaun untuk menuju ke tanah milik pusakanya sendiri. Kita juga bangkit dan tinggalkan firaun Indonesia dan islam. Yang lama yang sudah berlalu dan belah kebenaran, sesungguhnya yang baru sudah datang. Kita adalah umat yang lebih dari para Pemenang. Kita adalah Pahlawan yang gagah berani yang Allah Kita tempatkan di ufuk timur Papua!.
Ada sesuatu yang sangat besar di depan kita. Selamat nantikan Janji Allah Bangsa Papua yang sedang datang ini. Siapakah yang dapat menahannya?” akan memperoleh berkat yang berlipat gandaan - Yoel 2:11.

ALLAH BANGSA YANG SEDANG DITINDAS, DIJAJA, DIPERLAKUKAN JAHAT DAN DIDALAM NAMA TUHAN YESUS AKAN MEMBERKATI.
By : Marko (Penginjil)